Cara Olah Nasi Agar Sahur Aman Pasien Diabetes

Nasi merupakan makanan pokok yang tak terpisahkan dalam hidangan sehari-hari di Indonesia, terutama saat bulan Ramadan di mana nasi menjadi sumber karbohidrat saat sahur. Namun, seringkali nasi mendapat reputasi buruk karena dihindari dari menu, terutama terkait kekhawatiran akan lonjakan gula darah. Namun, ahli gizi Deepshikha Jain menjelaskan bahwa nasi tidak selalu menjadi penyebab lonjakan gula darah, melainkan bagaimana cara memasak dan mengonsumsinya.

Menurut Jain, sepiring nasi bisa menjadi sumber gula atau serat tergantung pada cara penyajiannya. Hal ini menunjukkan bahwa nasi tidak selalu buruk seperti yang dipercayai banyak orang, hanya dengan sedikit perubahan dalam cara memasak, kandungan nutrisinya bisa berbeda. Nasi kaya akan pati yang bisa memicu lonjakan gula darah yang besar jika dimasak dan langsung disantap dalam keadaan panas.

Namun, jika nasi didinginkan setelah dimasak selama 8-10 jam, patinya bisa berubah menjadi resistant starch yang baik untuk kesehatan usus, tidak menyebabkan lonjakan gula darah, dan kalorinya pun lebih rendah. Dengan demikian, penting untuk memahami bahwa konteks konsumsi nasi, cara memasak, dan waktu konsumsinya memengaruhi bagaimana tubuh merespons nasi tersebut. Sehingga, nasi tidak selalu menjadi musuh besar dalam kehidupan sehari-hari, namun memiliki dampak yang beragam tergantung pada cara konsumsi dan persiapan yang dilakukan.

Source link