Bulan suci Ramadhan selalu ditunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain melakukan puasa di siang hari, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah di malam hari. Salah satu ibadah yang sangat terkait dengan Ramadhan adalah shalat Tarawih, sebuah ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dan menjadi tradisi umat Islam sejak lama. Biasanya, shalat Tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid, namun tidak semua orang memiliki kesempatan untuk hadir ke masjid setiap malam karena berbagai alasan seperti sakit atau kesibukan. Oleh karena itu, sebagian umat Islam memilih untuk melaksanakan shalat Tarawih sendiri di rumah. Namun, bagaimana niat dan tata cara melaksanakan shalat Tarawih sendiri yang benar sesuai dengan ajaran ulama?
Dalam praktiknya, jumlah rakaat shalat Tarawih yang dilakukan sendiri tetap sama dengan yang dilakukan secara berjamaah, yaitu 20 rakaat. Syekh M Nawawi Banten menjelaskan dalam kitab Nihayatuz Zain bahwa shalat Tarawih terdiri dari 20 rakaat yang disepakati sebagai sunnah. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa niat memainkan peran penting dalam melaksanakan shalat Tarawih. Tidak hanya cukup dengan berniat shalat sunnah secara umum, namun harus spesifik dengan niat shalat Tarawih atau qiyam Ramadhan. Tata cara shalat Tarawih sendiri pada dasarnya mirip dengan shalat sunnah lainnya, diakhiri dengan salam setiap dua rakaat. Langkah-langkahnya termasuk melafalkan niat shalat Tarawih dua rakaat, menghadirkan niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, mengucapkan takbiratul ihram, membaca ta’awudz, Surat Al-Fatihah, dan surat Al-Qur’an, serta melakukan rukuk. Setiap langkah dijalankan dengan penuh khusyuk dan keikhlasan untuk mendapatkan manfaat spiritual selama bulan Ramadhan.












