WhatsApp Blokir Chatbot AI Kompetitor: Meta Berpotensi Ditindak

Uni Eropa mengancam untuk menindak Meta karena telah memblokir chatbot kecerdasan buatan (AI) kompetitor dari platform pesan instan mereka, WhatsApp. Komisi Eropa mengatakan bahwa WhatsApp Business melanggar aturan antimonopoli UE yang dirancang untuk digunakan oleh bisnis dalam berinteraksi dengan pelanggan.

Pada Senin, Komisi Eropa menegaskan bahwa Meta AI merupakan agen AI yang dikembangkan oleh Meta, yang juga pemilik Facebook dan Instagram, menjadi satu-satunya asisten AI yang dapat digunakan di WhatsApp. Oleh karena itu, Meta dianggap sebagai pemain dominan di pasar pesan di UE dan telah disebut “menyalahgunakan” posisi ini dengan “menolak akses WhatsApp kepada bisnis lain”.

Mereka mengklaim bahwa WhatsApp adalah pintu masuk utama bagi chatbot AI seperti ChatGPT milik OpenAI untuk menjangkau konsumen. Peringatan ini muncul di tengah ketegangan antara Eropa dan AS terkait regulasi perusahaan teknologi. Komisaris Eropa bersiap untuk memperketat penegakan aturan anti-monopoli, sementara AS menggambarkan tindakan tersebut sebagai “diskriminatif” terhadap perusahaan AS.

Ketegangan ini semakin terasa setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap mantan Komisaris Eropa Thierry Breton dan empat aktivis Eropa lainnya. Breton kemudian mengajukan banding terhadap sanksi tersebut, dengan dukungan dari Komisi Eropa.

Dalam respons terhadap situasi ini, juru bicara Meta menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi UE untuk campur tangan dalam bisnis API WhatsApp. Mereka berpendapat bahwa ada banyak opsi AI yang dapat digunakan oleh orang dari berbagai platform, dan tidak ada kebutuhan untuk campur tangan dari pihak luar. Dengan demikian, perselisihan ini menunjukkan ketegangan yang berkembang antara otoritas regulasi Eropa dan Amerika Serikat terkait pasar teknologi global.

Source link