Minggu, 8 Februari 2026 – 09:00 WIB
Jakarta, VIVA – Luna Maya secara terbuka mengakui bahwa ia pernah merasa iri melihat Raffi Ahmad melesat lebih cepat dalam hal kesuksesan karier. Padahal, keduanya memulai karier di dunia hiburan hampir bersamaan dan bahkan pernah berada di program televisi yang sama.
Baca Juga :
Luna Maya Ungkap Sulitnya Akting di Film Terbaru Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
Luna pun tak menampik bahwa perasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain sempat muncul di benaknya. Hal tersebut tergambar jelas dari pengakuannya yang sempat ingin cepat sukses seperti Raffi Ahmad pada kala itu. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
![]()
Baca Juga :
Dikenal Periang, Raffi Ahmad Bongkar Sifat Asli Lula Lahfah
“Aku tuh sempat berpikir gitu, gila ya, aku Raffi Ahmad tuh memulai tuh lumayan berbarengan ya di dahsyat gitu. Ngeliat Raffi Ahmad sekarang I am so proud of him gitu loh. Tapi aku ada rasanya gini, kok dia bisa lebih sukses dari aku ya gitu. Apa yang kurang nih dari gue gitu. Padahal memulainya sama gitu. Gue juga pengin tuh kayak dia gitu,” ungkap Luna Maya yang dikutip dari tayangan YouTube pada Minggu, 8 Februari 2026.
Sebagai manusia, Luna menyadari bahwa rasa iri tersebut wajar muncul, apalagi ketika melihat teman sendiri mencapai pencapaian besar di usia yang relatif muda. Raffi Ahmad dikenal sukses sebagai presenter, pengusaha, hingga pemilik berbagai bisnis besar sejak usia 30-an.
Baca Juga :
Menegangkan! Detik-detik Helikopter Raffi Ahmad Oleng di Bali
Namun seiring waktu, sudut pandang Luna Maya pun berubah. Ia mulai memahami bahwa kesuksesan tidak selalu datang di waktu yang sama untuk setiap orang. Luna bahkan mencontohkan kisah pendiri KFC yang baru mencapai puncak karier di usia lanjut.
“Tapi percaya deh gitu. Semua orang mungkin Raffi bisa sebum ini di usia kemarin dia 30-an. Aku 41 eh 42 tapi belum seperti dia. Tahu cerita KFC nggak sih? Dia boom di usia 67 tahun apa 69 tahun? So then I think and I thought bahwa semua orang tuh punya timingnya masing-masing,” ujar Luna.
Dari situlah Luna belajar untuk tidak lagi merasa iri, apalagi sirik terhadap pencapaian orang lain. Ia menyadari bahwa mungkin ada proses yang belum ia jalani atau pelajaran yang belum sepenuhnya ia pelajari.
Halaman Selanjutnya
“Aku gak perlu sirik, aku gak perlu iri. bahwa temanku sendiri dia bisa lebih sukses padahal mulainya bareng nih. Berarti ada sesuatu yang mungkin aku belum belum saatnya di situ gitu karena aku mungkin enggak enggak belajar secepat yang Raffi jalanin gitu,” ujarnya lagi.












