Penyerapan gabah dan beras oleh Perum Bulog Cabang Tegal telah mencapai target 93 ribu ton dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan harga. Aktivitas ini dimulai sejak awal tahun 2026 dengan puncak panen diperkirakan akan meningkatkan penyerapan lebih lanjut. Fokus utama penyerapan ini terletak di lima kabupaten utama, yaitu Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Bulog bekerja sama dengan petani, kelompok tani, penggilingan padi lokal, Kodim, Babinsa, dan penyuluh pertanian untuk memastikan penyerapan berjalan lancar.
Harga pembelian gabah kering panen (GKP) oleh Bulog diatur sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai dengan kebijakan pemerintah. Beras hasil penyerapan akan dialokasikan untuk berbagai program strategis termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Selain itu, Bulog juga telah memberikan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada daerah terdampak banjir di beberapa wilayah. Stok beras saat ini sekitar 67 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga pertengahan 2026.
Penyaluran bantuan dan ketersediaan stok yang cukup merupakan langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga. Bulog akan terus memperkuat cadangan beras untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tercukupi di masa yang akan datang. Semua ini dilakukan dalam rangka menjaga ketersediaan pangan dan harga yang stabil di Indonesia.












