15 Tips Mengurangi Waktu Layar di Ponsel untuk Kesehatan Mental

Kerinduan terhadap masa sebelum smartphone mengambil alih kehidupan sehari-hari semakin sering terdengar dalam masyarakat. Banyak yang merindukan era sebelum kemunculan iPhone pertama, di mana panggilan telepon tidak menimbulkan kecemasan dan kegiatan doomscrolling belum dikenal. Istilah “doomscrolling” mulai muncul pada tahun 2020 dan semakin populer selama pandemi, di mana orang membutuhkan informasi besar dan berita terbaru.

Doomscrolling merujuk pada perilaku membaca berita atau konten online secara berlebihan, terutama berita negatif di media sosial. Menurut Medical News Today, perilaku ini dapat memicu siklus konsumsi berita negatif yang sulit dihentikan, berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan individu.

Dalam mengatasi kelelahan digital, tren “kembali ke analog” mulai muncul, termasuk memutar piringan hitam dan menggunakan kamera film. Meskipun saran untuk mengurangi waktu layar sudah banyak, beberapa ahli menyampaikan strategi yang lebih realistis, seperti memahami pola penggunaan ponsel, memasang pengingat fisik, menghindari batas waktu aplikasi yang fleksibel, dan menggunakan aplikasi pemblokir.

Ada berbagai strategi praktis lainnya, seperti menyimpan ponsel di luar jangkauan, menggunakan jam weker fisik, mengeksplorasi aktivitas tanpa layar, membuat ponsel sulit diakses, dan mengurangi rangsangan visual pada layar ponsel. Mengakui kebiasaan penggunaan ponsel, mencari kesenangan dari aktivitas tanpa layar, serta mengambil jeda singkat dan panjang dari ponsel juga dapat membantu mengurangi waktu layar yang berlebihan.

Dengan penerapan strategi yang tepat, seperti bertukar ponsel dengan seseorang yang dipercayai selama akhir pekan, dapat membantu individu mengontrol penggunaan layar ponsel mereka. Diharapkan dengan upaya yang konsisten, seseorang dapat menemukan keseimbangan yang sehat antara penggunaan teknologi dan aktivitas offline yang bermanfaat.

Source link