Selasa, 6 Januari 2026 – 01:30 WIB
Jakarta, VIVA – Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai lebih memperhatikan kesehatan dan mobilitas mereka. Aktivitas fisik yang rutin, pola makan seimbang, dan pemeriksaan kesehatan menjadi kunci agar tetap aktif dan mandiri.
Baca Juga :
Olahraga Hanya Jalan Kaki, Apakah Cukup untuk Usia 30 Tahun ke Atas?
Namun, ada satu indikator sederhana yang sering diabaikan tetapi memiliki makna besar bagi kesehatan lansia, yaitu kecepatan berjalan. Scroll untuk info lebih lanjut…
Para peneliti dari Universitas McMaster di Kanada menekankan bahwa kecepatan berjalan bukan hanya soal kebugaran fisik, tetapi juga bisa menjadi tanda vital bagi orang tua. Dengan memantau seberapa cepat seseorang berjalan, risiko jatuh, penurunan aktivitas fisik, dan bahkan gangguan kognitif bisa diidentifikasi lebih awal.
Baca Juga :
Jalan Kaki Setiap Hari Bisa Kurangi Lemak Perut, Ini Kata Ahli
“Kecepatan berjalan adalah indikator yang bisa diukur dari fungsi dasar tubuh,” kata Julie Richardson, profesor di Sekolah Ilmu Rehabilitasi Universitas McMaster, sebagaimana dikutip dari CBC, Selasa, 6 Januari 2026.
Richardson menjelaskan bahwa kecepatan berjalan adalah indikator penting mobilitas, kemandirian, dan kesehatan secara keseluruhan. Kecepatan yang lebih lambat terkait dengan peningkatan risiko jatuh, penurunan aktivitas fisik, dan penurunan kemampuan kognitif.
Baca Juga :
Malas ke Gym di Awal Tahun? Ternyata Jalan Kaki 30 Menit Punya Manfaat Mengejutkan untuk Tubuh
![]()
Ilustrasi lansia (lanjut usia/orang sudah uzur atau tua) bahagia.
Seiring bertambahnya usia, berjalan yang dulunya otomatis menjadi aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih. Langkah menjadi lebih pendek, waktu kaki menapak ke tanah lebih lama, dan postur cenderung menunduk. Dengan mengukur kecepatan jalan, seseorang bisa membandingkan hasilnya dengan rata-rata untuk kelompok usia mereka dan menilai kondisi kesehatannya.
Cara Mengukur Kecepatan Jalan
Richardson merekomendasikan dua metode sederhana untuk mengukur kecepatan berjalan:
1. Jalur 20 meter – Berjalan 5 meter untuk pemanasan, ukur kecepatan 10 meter di tengah, dan 5 meter pendinginan di akhir. Kecepatan dihitung dengan membagi jarak 10 meter dengan waktu tempuh.
2. Jalur 6 meter – Berjalan 1 meter pemanasan, ukur 4 meter di tengah, dan 1 meter pendinginan.
Rata-rata kecepatan jalan juga tersedia sebagai acuan. Misalnya, wanita usia 60-an biasanya berjalan dengan kecepatan 1,24 meter per detik. Jika kecepatan Anda lebih lambat dari rata-rata, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis.
Manfaat Kesehatan dan Praktis
Selain kesehatan fisik dan kognitif, jalan cepat juga memiliki manfaat praktis, seperti memberi waktu yang cukup untuk menyeberang jalan di lampu lalu lintas. Richardson juga menyarankan latihan rutin lima sampai enam kali seminggu selama 30 menit, termasuk latihan kekuatan, fleksibilitas, dan latihan otak untuk meningkatkan kecepatan berjalan.
Halaman Selanjutnya
Penelitian University of Pittsburgh pada 2011 juga menunjukkan bahwa kecepatan berjalan dapat memprediksi umur panjang. Data mereka memperlihatkan bahwa kecepatan berjalan 0,8 meter per detik menjadi median harapan hidup, sementara kecepatan lebih cepat terkait dengan umur panjang di atas median.












