Sejumlah pengusaha tambang batu yang tergabung dalam Paguyuban Slamet Selatan bersama puluhan sopir dump truk telah melakukan mediasi terkait kenaikan harga batu belah di Cilacap, Jawa Tengah. Mediasi ini dilaksanakan di rumah makan Pedesaan di Desa Selarang, Kecamatan Kesugihan pada Senin lalu. Kenaikan harga batu belah dari Rp90 ribu per kubik menjadi Rp150 per kubik pada bulan Desember 2025 oleh pihak penambang menyebabkan protes dari para sopir truk. Setelah negosiasi yang agak tegang, kedua belah pihak akhirnya menyepakati harga batu belah sebesar Rp950 ribu per rit. Selain itu, harga crop, base course, dan batu wadas juga telah disepakati. Keputusan ini diterima baik oleh para sopir truk yang mewakili 150 orang supir dump truk di Cilacap. Kesepakatan ini diharapkan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak dan memastikan kelancaran kerjasama di masa depan.
Kenaikan Harga Batu Belah Cilacap Dapat Restu Sopir Truk
Read Also
Recommendation for You

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim…

Pesta Siaga yang diadakan oleh Kwarran Cilacap Selatan kembali sukses diikuti oleh ratusan pramuka cilik…

Minimnya penerangan di ruas jalan provinsi Randublatung-Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memunculkan kekhawatiran akan keselamatan…









