Berita  

Pemadam Kebakaran Cilacap Tangani 109 Kasus Kebakaran hingga 2025

Petugas dari Pos Damkar Sidareja turut serta dalam upaya pemadaman api yang melanda sebuah Gereja di Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap pada tanggal 27 April 2025. Menurut dokumen dari Suara Indonesia, sepanjang tahun 2025, Satpol PP Cilacap melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) telah menghadapi 109 insiden kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap. Selain konsleting listrik, beberapa penyebab kebakaran termasuk masalah dengan tungku, gas LPG, rokok, korek api, dan kesalahan manusia.

Menurut Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arif Widodo, mayoritas kebakaran terjadi di pemukiman warga dengan total 60 kasus, diikuti oleh kejadian di sektor dunia usaha sebanyak 34 kasus. Selain itu, kebakaran kendaraan mencatat 10 kasus dan kebakaran di lahan serta area lainnya tercatat sebanyak 5 kasus.

Penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa sebanyak 51 kasus kebakaran disebabkan oleh konsleting listrik, diikuti oleh kesalahan manusia sebanyak 36 kasus. Sedangkan, tungku atau gas LPG menyebabkan 16 kasus kebakaran, dan rokok atau korek api menciptakan 6 kasus lebih. Gatot menjelaskan bahwa kebakaran di daerah pemukiman biasanya terjadi akibat konsleting listrik atau kelalaian.

Total kerugian akibat kebakaran selama tahun 2025 mencapai Rp11,8 miliar dengan 94 bangunan mengalami kerusakan. Meskipun terdapat dua orang yang mengalami luka-luka akibat kebakaran, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Kasus kebakaran pada tahun 2025 menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya. Di tahun 2024, terdapat 114 kasus kebakaran yang ditangani, dengan insiden terbanyak terjadi di pemukiman warga dan sektor dunia usaha. Selain menghadapi kebakaran, Damkar Cilacap juga menangani sejumlah kejadian non-kebakaran seperti operasi tangkap hewan yang meresahkan warga dan penyemprotan lumpur.

Selama tahun 2025, petugas Damkar Cilacap menangani sebanyak 460 kejadian non-kebakaran, termasuk operasi tangkap tawon, ular, evakuasi warga saat bencana, dan penanganan pohon tumbang. Upaya-upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat, dan Damkar juga aktif dalam edukasi pencegahan kebakaran melalui sosialisasi dan inspeksi bangunan gedung. Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan instalasi listrik, penggunaan gas LPG, dan memastikan kondisi peralatan yang digunakan. Pencegahan dianggap sebagai kunci utama dalam mengurangi angka kebakaran.

Source link