Di usia 73 tahun, Mbah Cipto masih setia mengayuh becak menyusuri jalanan Kota Cepu. Warga Kelurahan Balun Sawahan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora itu telah menekuni profesi sebagai tukang becak sejak tahun 1982. Lebih dari empat dekade, becak menjadi sandaran hidupnya untuk menghidupi keluarga. Setiap hari, Mbah Cipto memulai aktivitasnya sejak pukul 07.30 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB. Rute yang ia lalui tak pernah jauh dari kawasan Pasar Induk Cepu. Dari mengantar pedagang, pembeli, hingga warga yang membawa barang belanjaan, semuanya dijalani dengan sabar dan penuh keikhlasan.
Kini, langkah hidup Mbah Cipto terasa lebih ringan. Ia menjadi salah satu penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut menjadi harapan baru di tengah keterbatasan fisik yang mulai dirasakan seiring bertambahnya usia. “Alhamdulillah, sangat membantu. Tenaga saya sudah tidak seperti dulu,” ujar Mbah Cipto. Becak listrik itu membuatnya tetap bisa bekerja tanpa harus menguras tenaga berlebihan, sekaligus memperpanjang harapannya untuk tetap mandiri.
Untuk mendapatkan bantuan tersebut, Cipto hanya diminta melengkapi persyaratan administrasi berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Proses yang sederhana itu membuka jalan bagi para tukang becak lansia seperti dirinya untuk merasakan sentuhan perhatian dari negara. Bagi Mbah Cipto, becak bukan sekadar alat transportasi, melainkan saksi perjalanan hidup. Bantuan becak listrik ini bukan hanya soal kendaraan, tetapi juga bentuk penghargaan atas kerja keras puluhan tahun para pekerja kecil yang setia mengais rezeki di jalanan.
Di tengah hiruk-pikuk Pasar Induk Cepu, Mbah Cipto terus melaju. Kini tanpa harus mengayuh berat, namun tetap membawa semangat lama: bekerja jujur, hidup sederhana, dan pantang menyerah. Sementara itu, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan bantuan sebanyak 100 unit becak listrik kepada para pengemudi becak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Program tersebut merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian terhadap kesulitan rakyat kecil, khususnya pengemudi becak lanjut usia.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Firman Dahlan mengatakan Prabowo memiliki perhatian besar terhadap persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat daerah, termasuk beban fisik para pengemudi becak yang masih harus mengayuh secara manual. “Bantuan becak listrik ini merupakan amanah Bapak Prabowo yang melihat langsung kesulitan para pengemudi becak, terutama yang sudah lanjut usia,” ujarnya, saat ditemui awak media. Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Prabowo dalam memperhatikan berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pertanian, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Ke depan, Yayasan GSN berharap jumlah bantuan dapat ditambah dan menjangkau daerah lain, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Yayasan GSN juga mengingatkan para penerima agar menjaga amanah dengan merawat becak listrik yang diberikan serta tidak memperjualbelikan atau menyewakannya. “Bantuan ini diharapkan benar-benar meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak dan meringankan beban kerja mereka,” katanya.












