Arkeolog yang melakukan ekskavasi di bawah Gereja Holy Sepulchre di Yerusalem menemukan petunjuk tentang kebun kuno yang sesuai dengan catatan Alkitab. Bagi banyak umat Kristen, gereja ini dianggap sebagai tempat di mana Yesus Kristus dimakamkan dan tetap menjadi tujuan ziarah yang penting hingga saat ini.
Penemuan pohon zaitun dan anggur berusia 2.000 tahun di lokasi tersebut diyakini mencerminkan narasi yang terdapat dalam Injil Yohanes mengenai lokasi Yesus disalibkan dan dikuburkan. Hal ini sejalan dengan tulisan dalam Injil yang menyebutkan adanya sebuah kebun di mana Yesus disalibkan dan sebuah makam baru yang belum pernah digunakan sebelumnya.
Tanda-tanda keberadaan taman kuno ini menarik perhatian para peneliti, terutama karena hal tersebut telah disebutkan dalam Injil. Temuan ini menjadi perhatian utama bagi para ahli arkeologi, terutama dengan fakta bahwa informasi tersebut terdapat dalam Injil Yohanes yang dianggap berasal dari orang yang akrab dengan Yerusalem pada masa tersebut.
Ekskavasi dilakukan sebagai bagian dari proyek restorasi yang dimulai pada tahun 2022, yang menjadi restorasi besar pertama sejak abad ke-19. Proses ini dipimpin oleh seorang profesor dari Universitas Sapienza Roma. Restorasi ini harus disetujui oleh berbagai gereja, termasuk Katolik Roma, Armenia, dan Ortodoks Yunani, serta mendapat izin dari Otoritas Purbakala Israel.
Tim arkeolog menemukan sejumlah artefak dari Zaman Besi di bawah basilika, seperti tembikar, lampu minyak, dan sampel tanah. Temuan artefak pra-Kristen ini menunjukkan perubahan yang terjadi di tanah tersebut dari tambang batu hingga menjadi situs pemakaman. Penggalian ini diproyeksikan untuk menyambut kedatangan ribuan peziarah selama perayaan Paskah pada tahun 2026 mendatang.












