Selasa, 16 Desember 2025 – 12:05 WIB
Jakarta, VIVA – Minat masyarakat Indonesia terhadap jam tangan mewah terus menunjukkan tren peningkatan. Tak lagi sekadar penunjuk waktu, jam tangan premium kini diposisikan sebagai simbol gaya hidup sekaligus aset bernilai tinggi yang memiliki likuiditas. Fenomena ini kerap memunculkan pertanyaan: apakah jumlah orang kaya di Indonesia semakin bertambah, atau cara masyarakat memaknai kekayaan yang berubah?
Baca Juga :
Pengakuan Mengejutkan Bocah yang Bawa Pulang Jam Tangan Richard Mille Rp11 M Milik Sahroni
Dalam beberapa tahun terakhir, jam tangan mewah semakin sering dipandang sebagai bagian dari identitas personal dan strategi pengelolaan aset. Komunitas kolektor tumbuh pesat, aktivitas jual beli semakin aktif, dan diskusi mengenai nilai investasi jam tangan kian marak di ruang digital. Merek-merek kelas atas bukan hanya dikoleksi untuk prestise, tetapi juga dipertimbangkan berdasarkan nilai jangka panjang dan kemudahan untuk diuangkan kembali. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Seiring meningkatnya minat tersebut, kebutuhan akan layanan pendukung ekosistem jam tangan mewah pun ikut berkembang. Mulai dari jual beli, perawatan, autentikasi, hingga pembiayaan berbasis aset. Salah satu bentuk adaptasi terhadap tren ini terlihat dari kolaborasi perusahaan pembiayaan berbasis jaminan barang mewah, deGadai, dengan Indonesia Watch Exchange (IDWX) dan TikTok Watch Repairs.
Baca Juga :
Jarah Rumah Sahroni, Bocah Ini Bawa Pulang Jam Tangan Richard Mille Rp11 Miliar!
![]()
Melalui kerja sama ini, fasilitas gadai jam tangan mewah kini dapat diakses langsung di gerai IDWX dan TikTok Watch Repairs. Pelanggan dapat melakukan pemeriksaan kondisi serta keaslian jam tangan secara on-site oleh tenaga ahli horologi, sementara proses pembiayaan tetap dilakukan melalui sistem resmi deGadai.
Baca Juga :
Intip Koleksi Jam Tangan adidas SS25: Klasik Bertemu Futuristik
Menariknya, estimasi nilai jaminan tidak harus menunggu pemeriksaan fisik. Pelanggan dapat memperoleh penilaian awal hanya dengan mengirimkan foto jam tangan sesuai panduan yang ditetapkan. Skema ini memungkinkan pemilik jam tangan mengetahui kisaran nilai pinjaman sebelum datang ke lokasi, sehingga proses menjadi lebih efisien.
CEO deGadai, Sugih Yusuf, menilai meningkatnya minat terhadap jam tangan mewah berbanding lurus dengan kebutuhan layanan pembiayaan yang aman dan terpercaya.
“Penilaian aset bernilai tinggi membutuhkan keahlian khusus. Dengan menggandeng IDWX dan TikTok Watch Repairs, kami memastikan setiap pelanggan mendapatkan pemeriksaan oleh ahlinya serta proses pembiayaan yang terjaga dari awal hingga akhir,” ujar Sugih dalam keterangannya, dikutip Selasa 16 Desember 2025.
Halaman Selanjutnya
Dari sisi komunitas, kehadiran layanan pembiayaan di titik-titik yang sudah dikenal kolektor jam tangan dinilai memperkuat akses terhadap solusi keuangan berbasis aset luxury. Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyebut pendekatan ini relevan dengan kebutuhan pemilik jam tangan premium yang menginginkan fleksibilitas tanpa harus melepas koleksinya.












