Pengalaman hidup Rully Yuniarta Yacob (42) memberikan pandangan ke seluk-beluk dunia pertanian, yang kemudian menghasilkan produk buah lokal unggulan. Rully terinspirasi dari ayahnya yang bekerja sebagai pemasok mesin perkebunan di Jawa Timur. Mendampingi ayahnya ke kebun-kebun di Banyuwangi dan Jember, Rully melihat tantangan yang dihadapi petani, mengukuhkan tekadnya untuk mengabdikan diri pada dunia pertanian.
Menempuh pendidikan di bidang pertanian memperkuat minat Rully, bukan hanya pada tanah atau tanaman, tetapi juga pada hubungan manusiawi di sektor tersebut. Setelah lulus, Rully bekerja sebagai purchasing manager di sebuah jaringan ritel modern, namun tetap menjaga keterhubungan dengan petani. Kegigihannya dalam membina petani dan memasok buah lokal ke ritel modern dibayangi oleh kejanggalan dalam transaksi keuangan pada akhir 2023 yang berakibat fatal bagi usahanya.
Namun, Rully tidak gentar menghadapi tantangan. Meskipun mengalami kerugian besar, ia memilih untuk tetap membayar petani atas hasil panen mereka. Bahkan dalam kondisi yang berat, tubuhnya terkena penyakit langka, Rully tetap tegar untuk mempertahankan usaha pertaniannya. Ia kemudian memutuskan untuk menggugat perusahaan ritel ke pengadilan demi menjaga martabat, keluarganya, dan para petani yang dibinanya.
Melalui kegigihannya dan semangatnya yang tidak pernah surut, Rully memperjuangkan hak petani dan UMKM lokal untuk mendapatkan perlindungan yang layak di industri ritel modern. Dibalik kisah perjuangannya, Rully memperlihatkan bahwa dalam kesulitan, kebenaran dan keadilan harus tetap diperjuangkan. Kini, Rully tetap teguh pada keyakinannya bahwa buah lokal yang dikelola dengan baik akan selalu menjadi produk unggulan yang dibutuhkan, asalkan ada kesediaan untuk terus berjuang demi kesempurnaan dalam dunia pertanian.












