Peringatan Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember menjadi panggilan penting bagi Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tingkat penyebaran HIV/AIDS di wilayah ini masih cukup tinggi dan menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan. Dalam tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi melaporkan adanya 106 kasus baru Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Meskipun jumlah ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 116 kasus, namun jumlah total sejak 2002 hingga Desember 2025 masih cukup tinggi, yaitu mencapai 1.278 warga Ngawi yang hidup dengan HIV/AIDS.
Lebih mengkhawatirkan lagi, dari 106 kasus baru pada tahun 2025, terdapat empat penderita yang masih berusia di bawah 17 tahun. Sementara itu, 37 pasien berada dalam usia produktif 18-35 tahun, 36 orang berusia 36-50 tahun, dan 29 penderita berusia di atas 50 tahun. Koordinator Program KMS HIV/AIDS Dinas Kesehatan Ngawi, Ririn Novianti, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan akses terhadap layanan HIV di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Upaya pencegahan juga dilakukan melalui edukasi dan pemeriksaan lapangan.
Perilaku seks bebas menjadi faktor utama penyebaran HIV/AIDS di Ngawi, diikuti oleh penggunaan narkoba dengan jarum suntik. Dari total 1.278 ODHA di Ngawi, seluruhnya menerima layanan kesehatan melalui 24 puskesmas dan 5 rumah sakit yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngawi. Upaya pencegahan dan sosialisasi terus dilakukan untuk mengurangi angka penularan HIV/AIDS. Semoga dengan langkah-langkah ini, penyebaran HIV/AIDS di Ngawi dapat terus ditekan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman.












