Risiko Scam Digital di RI: Kerugian Rp7 Triliun

Penipuan digital (scam) di Indonesia dilaporkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir, yang menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat. Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sekitar 65 persen pengguna seluler terpapar pesan atau panggilan scam setiap minggu. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa menurut Scam Report tahun 2024, sebagian besar pengguna seluler di Indonesia menerima SMS, telepon, atau pesan scam minimal sekali per minggu.

Hingga Oktober 2025, total kerugian akibat scam yang dilaporkan mencapai Rp7 triliun, namun dana yang berhasil dipulihkan baru mencapai Rp365,5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa probabilitas dana kembali setelah menjadi korban scam hanya sekitar 5 persen. Komdigi terus memperkuat kebijakan dan dukungan teknologi untuk menjaga keamanan ekosistem digital Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, operator seluler, dan masyarakat dianggap sangat penting untuk mengurangi penipuan digital.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dampak yang luar biasa terhadap keselamatan data masyarakat akibat scam, dengan mencatat ribuan korban melalui Indonesia Anti-Scam Center dan perusahaan jasa keuangan. Pelaku penipuan saat ini banyak memanfaatkan masking nomor dengan cara memanipulasi nomor seperti nomor resmi. Untuk mengatasi pemalsuan identitas, Komdigi sedang mengusulkan penggunaan teknologi pengenalan wajah dalam proses registrasi kartu seluler.

Aktivitas penipuan semakin meningkat di Indonesia, yang membuat pelaku scam semakin mudah untuk membuat nomor baru dan memperbesar risiko penipuan. Meskipun kerugian yang dilaporkan mencapai angka yang signifikan, ada dugaan bahwa kerugian sebenarnya mungkin jauh lebih besar karena banyak korban di daerah atau luar perkotaan yang tidak melapor. Aktivasi nomor baru yang tinggi saat ini mencapai 15-20 juta per bulan, di tengah jumlah nomor aktif di Indonesia yang mencapai 308-315 juta nomor. Jadi, kehati-hatian dan kesadaran terhadap penipuan digital sangatlah penting.

Source link