Senin, 10 November 2025 – 16:45 WIB
Jakarta, VIVA – Dapur, dengan aroma rempah yang menggoda dan suara desisan wajan, selalu identik dengan kehangatan dan kebersamaan. Namun di balik suasana yang akrab dan nyaman itu, ternyata ada ancaman diam-diam yang bisa mengganggu kesehatan kita.
Baca Juga :
80 Persen Kanker Payudara di Indonesia Baru Ketahuan saat Stadium Lanjut, Dokter Beberkan Penyebabnya
Tanpa disadari, beberapa benda yang umum kita temui di dapur ternyata berpotensi berkaitan dengan risiko kanker. Oleh karena itu, penting untuk mengenali bahaya tersembunyi ini karena kesadaran adalah langkah pertama untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman yang tak terlihat.
Berikut beberapa bahan atau peralatan dapur yang diam-diam bisa memicu risiko kanker seperti dilansir dari laman Times of India, Senin 10 November 2025.
Baca Juga :
Cegah Kanker Payudara Sebelum Parah! Wanita Wajib Periksa SADARI dan SADANIS, Apa Itu?
1. Peralatan masak anti lengket (non-stick cookware)
Wajan atau panci anti lengket yang banyak digunakan di dapur ternyata bisa menyimpan bahaya tersembunyi. Zat kimia bernama perfluorooctanoic acid (PFOA), yang digunakan untuk membuat lapisan anti lengket, diduga berkaitan dengan risiko kanker. Ketika digunakan pada suhu tinggi, peralatan anti lengket dapat mengeluarkan uap beracun yang menyebabkan gejala mirip flu, dan dalam jangka panjang, dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Jadi, sebaiknya hindari memanaskan peralatan ini terlalu lama atau tanpa makanan di atasnya.
Baca Juga :
Waspadai Luka di Payudara yang Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Gejala Kanker Stadium Lanjut
2. Peralatan makan dan wadah plastik
Menurut Senior Consultant dan Kepala Departemen Histopatologi di Oncquest Laboratories, Dr. Bhavna Bansal menjelaskan peralatan plastik yang sering kita gunakan di dapur bisa meningkatkan risiko kesehatan karena mengandung Bisphenol A (BPA). BPA adalah bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan botol dan wadah plastik, dan diketahui dapat mengganggu keseimbangan hormon serta menurunkan sistem imun jika terpapar terus-menerus. Oleh karena itu, penting untuk mulai beralih ke wadah bebas BPA atau menggunakan bahan alami seperti kaca, baja tahan karat, atau bambu agar lebih aman dan ramah lingkungan.
3. Gula rafinasi (refined sugar)
Selain membuat makanan terasa manis, gula rafinasi ternyata juga bisa mempercepat pertumbuhan sel kanker. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar insulin dan menciptakan kondisi tubuh yang mendukung perkembangan sel kanker. Fakta ini menjadi pengingat untuk mulai mengurangi asupan gula tambahan dan menggantinya dengan pemanis alami seperti madu, stevia, atau buah segar.
Halaman Selanjutnya
4. Daging olahan (processed meat)












