Pengemudi ojek online di Kabupaten Tuban kembali menggunakan Pertalite setelah kendaraan mereka mengalami masalah brebet. Sebelumnya, sebagian besar pengemudi ojol beralih ke Pertamax, namun sekarang penggunaan Pertalite sudah kembali normal. Ketua DPC Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Tuban, Yuri Novianto, menyatakan bahwa anggotanya harus mengeluarkan tambahan biaya untuk memperbaiki motor akibat brebet. Keputusan untuk beralih ke Pertamax meningkatkan beban operasional harian pengemudi ojol secara signifikan. Yuri mengapresiasi tindakan cepat dari pihak SPBU dan Pertamina dalam menangani masalah di lapangan, dan menyatakan bahwa kualitas bahan bakar di SPBU sudah jauh lebih baik setelah adanya pengecekan dan tindak lanjut. Meskipun sebagian kendaraan ojol yang rusak sudah bisa beroperasi, masih ada kekhawatiran terkait penggunaan Pertalite. Pengemudi ojol berharap Pertamina memperketat pengawasan terhadap kualitas BBM yang didistribusikan ke masyarakat.
Pengemudi Ojol Tuban Kini Kembali Pilih Pertalite
Read Also
Recommendation for You

Disdukcapil Cilacap, Jawa Tengah, memberikan layanan administrasi kependudukan melalui mobil pelayanan keliling untuk memudahkan akses…

Yayasan Astra Honda Motor (AHM) bersama PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Honda Jatim telah menyalurkan…

Kabupaten Banyuwangi meraih penghargaan atas kinerja vaksinasi PMK pada domba terbaik di Jawa Timur. Penghargaan…

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan inspeksi lintas besar-besaran di jalur utara dan selatan…








