Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Jember tahun ini menjadi momen bersejarah dengan kehadiran Bupati Muhammad Fawait yang berasal dari kalangan pesantren memimpin langsung upacara. Hal ini menunjukkan harapan bahwa kepemimpinan dari seorang santri dapat membawa daerah tersebut ke arah yang lebih baik di masa depan. Acara tersebut di Alun-Alun Nusantara Jember, Jawa Timur, juga dihadiri ribuan santri dan alumni pondok pesantren yang menunjukkan dukungan dan keterlibatan emosional dengan bupati mereka.
Setelah upacara, terlihat antusiasme yang tinggi dari para santri yang membanjiri bupati untuk bersalaman dan berfoto bersamanya. Kejadian ini membuat momen menjadi sangat berkesan dan membanggakan. Dalam pidatonya, Bupati Fawait menekankan peran penting para santri dalam sejarah bangsa, terutama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap peran pondok pesantren dalam membangun sumber daya manusia sejak awal kemerdekaan, meskipun pada masa itu anggaran negara sangat terbatas. Oleh karena itu, pentingnya perhatian khusus dari pemerintah terhadap dunia pesantren, termasuk melalui program-program unggulan yang dapat memenuhi kebutuhan para santri, menjadi salah satu fokus dalam pidato bupati. Pernyataan Gus Fawait juga menegaskan penolakan terhadap upaya mendiskreditkan kiai dan para santri, terutama pondok pesantren.












