Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengingatkan akan bahaya yang mengintai Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai. Ancaman tersebut muncul akibat aktivitas tambang ilegal, perubahan fungsi lahan, dan minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai. Kondisi ini bisa memicu banjir, tanah longsor, erosi, maupun kekeringan di beberapa wilayah. Mahyeldi memaparkan bahwa diperlukan empat langkah penting untuk menyelamatkan DAS, yaitu rehabilitasi dan konservasi, penegakan hukum terhadap pelanggaran, penertiban pemanfaatan lahan sesuai RTRW, serta peningkatan kesadaran bersama lintas sektor. Dalam Workshop Pengelolaan DAS Anai dan Pengukuhan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Sumbar, Gubernur menyoroti pula kerusakan ekosistem mangrove di pesisir Sumbar. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan RI, Ristianto Pribadi, menambahkan bahwa kunci keberhasilan adalah partisipasi publik dan diversifikasi pembiayaan inovatif. Harapannya, KKMD Sumbar bisa menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam upaya pelestarian mangrove. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak seperti Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan DAS, jajaran Pemprov Sumbar, BUMN, akademisi, PDAM, dan LSM.
DAS Anai Terancam, Gubernur Sumbar Soroti Tambang Ilegal
Read Also
Recommendation for You

Kejaksaan Negeri Kampar kembali menindaklanjuti kasus dugaan korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di…

Bupati Karimun, Iskandarsyah, dan Wakil Bupati Karimun menggelar buka puasa bersama masyarakat di Masjid Nurul…

Perseteruan antara Advokat Sagitarius dari Kantor Hukum Law Firm PAS & Patners dengan Miftahul Qulub,…

Pemerintah Kabupaten Gresik cepat menindaklanjuti laporan masyarakat tentang kerusakan sejumlah ruas jalan, termasuk jalan kabupaten…

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Badan Nasional Pencarian…







