Perusahaan keamanan siber Kaspersky menyadari keberadaan Dark AI, kecerdasan buatan gelap, sebagai penyebab serangan siber yang semakin canggih. Mereka mengungkap bagaimana penyerang menggunakan teknologi AI untuk mengancam keamanan digital secara global, mulai dari serangan phishing hingga spionase siber yang didukung negara. Dark AI, yang mengacu pada model bahasa besar yang digunakan untuk tujuan tidak etis atau berbahaya, sering dilakukan di luar kendali standar keamanan. Kasus yang paling umum adalah Black Hat GPT, model AI yang dimodifikasi untuk aktivitas tidak etis seperti pembuatan kode berbahaya dan penipuan. Kaspersky juga memperhatikan tren gelap lainnya di mana aktor negara menggunakan AI dalam kampanye siber. Mereka mendesak organisasi dan individu di Asia Pasifik untuk memperkuat higiene keamanan siber dan terus mempelajari bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk kejaran kriminal.
Dark AI: Kecerdasan Buatan Makin Menakutkan
Read Also
Recommendation for You

Inggris Berisiko Krisis Air Akibat Pembangunan Data Center Jakarta, CNN Indonesia — Rencana Inggris mempercepat…

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah…

Jakarta, CNN Indonesia — Penelitian terbaru dari ilmuwan Princeton University dan University of Chicago mengungkapkan…









