Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi komitmennya untuk memperkuat peran ilmuwan Indonesia di tingkat internasional. Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara peneliti Indonesia dan ilmuwan global dalam mewujudkan visi pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Deputi Penyebarluasan dan Urusan Media di Kantor Komunikasi Presiden (PCO), Noudhy Valdryno, menyoroti upaya Presiden Prabowo dalam membangun kerjasama yang kuat antara komunitas ilmiah Indonesia dan internasional.
Prabowo berharap ilmuwan Indonesia dapat lebih aktif berpartisipasi di ranah publik guna mendukung agenda pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mendorong industrialisasi nasional dan peningkatan sumber daya manusia. Dalam upaya mendukung Visi Asta Cita, terutama dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Konvensi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025 (KSTI).
KSTI 2025 dianggap sebagai platform penting untuk mengumpulkan para ahli ilmiah terbaik dari Indonesia. Dengan fokus pada Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Keadilan, acara ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 ilmuwan dari berbagai daerah. Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa KSTI adalah langkah strategis dalam mempercepat transformasi Indonesia menjadi ekonomi industri bernilai tambah tinggi.
Upaya Presiden Prabowo untuk mempersatukan peneliti dan akademisi terkemuka, khususnya dalam bidang STEM, diapresiasi sebagai langkah yang signifikan dalam memajukan bangsa. Dukungan dari pemerintah untuk KSTI 2025 diharapkan dapat membawa Indonesia menuju arah yang lebih maju dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi.


