Pada hari Rabu yang lalu, CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan bahwa China tidak kalah dengan Amerika Serikat dalam perlombaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Huang menyatakan di sebuah konferensi teknologi di Washington, DC bahwa China mungkin sedikit tertinggal dari AS, tetapi kesenjangan tersebut tidak begitu besar. Menyebut perusahaan teknologi China, Huawei, Huang memuji kemajuan mereka dalam teknologi AI, mengatakan bahwa mereka telah mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga menegaskan pentingnya AS untuk memprioritaskan peraturan AI yang dapat mempercepat kemajuan teknologi. Nvidia, perusahaan produsen chip yang menggerakkan sebagian besar aplikasi AI, berencana untuk memproduksi produk AI di AS dengan bantuan mitra manufaktur lokal. Investasi terbaru mereka menunjukkan komitmen untuk membangun server AI senilai hingga US$500 miliar di AS dalam empat tahun ke depan. Namun, perusahaan chip AS juga menghadapi tantangan, termasuk hambatan perdagangan dan regulasi yang mungkin mempengaruhi penetrasi pasar global. Pemerintah AS sebelumnya melarang pengiriman prosesor Nvidia ke China tanpa izin, yang berdampak pada kerugian perusahaan. Dengan kondisi yang semakin ketat, persaingan dalam industri AI semakin meningkat, dengan China dan AS bersaing untuk mendominasi pasar teknologi dunia.
China Menguasai AI, Tantang Dominasi AS
Read Also
Recommendation for You
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah secara resmi mengesahkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026…

Apple telah meluncurkan Macbook Neo, varian Macbook termurah dengan harga US$599 atau sekitar Rp10,1 juta….

Banyak bibit siklon tropis yang masih aktif di wilayah selatan Indonesia dan berpotensi menyebabkan cuaca…

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, melakukan inspeksi mendadak ke kantor Meta di Jakarta. Dalam…







