Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengumumkan penambahan 22 program studi (prodi) baru untuk tahun ini, sebagai bagian dari upaya mereka untuk menjawab kebutuhan industri dan perkembangan keilmuan. Langkah ini bukan sekadar menambah daftar prodi, tetapi juga sebagai strategi Unesa dalam mencetak lulusan yang lebih siap untuk dunia kerja. Program studi yang baru dibuka tahun ini mencakup berbagai bidang yang mencerminkan tren di dunia industri, seperti Sains Aktuaria, Kecerdasan Artifisial, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, serta Agribisnis Digital.
Direktur Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran Unesa, Fida Rachmadiarti, menjelaskan bahwa penambahan prodi ini didasarkan pada analisis kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa lulusan Unesa tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan tuntutan industri. Sukarmin, Kasubdit Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa, menambahkan bahwa prodi baru ini dapat diakses melalui berbagai jalur penerimaan, termasuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta jalur mandiri.
Beberapa contoh prodi baru yang dibuka tahun ini termasuk S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian di Fakultas Teknik, S-1 Fisioterapi, S-1 Kebidanan, dan S-1 Keperawatan di Fakultas Kedokteran, serta D-4 Teknologi Rekayasa Otomotif dan D-4 Produksi Media di Fakultas Vokasi. Dengan penambahan prodi baru ini, Unesa semakin menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan industri, memberikan calon mahasiswa lebih banyak pilihan untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja di masa depan.












